Widget HTML #1

Makna Teman

aku terduduk di sebuah kursi reot di bengkel, kota al-perug,
dengan sabar aku menunggu temanku menyelesaikan modifikasi spedanya di bengkel ini.
setelah cukup lama menunggu akhirnya ia selesai dan keluar,
raut lega tampak menghiasi wajahnya, apalagi wajahku yg telah menunggu lama dari tadi .. "Akhirnya .. bagaimana ?" tanyaku.
"mantab jiwa .." sahut nya,
"yaudah yok balik, cuaca dah mendung neh". Ajakku.
"Ayo" jawabnya,
kami bergegas pulang, mang montir menyarankan agar kami tetap disana karena cuaca mendung, angin mulai kencang dan suara petir sudah kerap terdengar, tapi kami memilih pulang segera karena hari kian sore ..
namun gawat, hal tak diharapkan itu terjadi, ditengah perjalanan dengan deras hujan segera mengguyur kami yang melaju kencang menunggang speda .. dengan kecepatan penuh kami mengayuh speda ditengah derasnya hujan, dengan dingin angin berhembus kencang, dan deras hujan mengeblurkan pandangan ..
"Bertahanlah" .. teriakku ditengah jerit angin kencang yang menertai derasnya hujan..
hingga kami tiba di kota al-palam, kami memilih utk berhenti dulu disana ..
"kau baik2 saja ?" tanyaku
"kepalaku berasa pening" ujar temanku itu
"yasudah tunggu aku akan meminjam handuk untukmu,"
dengan basah kuyup aku berusaha meminjam handuk utk temanku, apapun resikonya .. Dengan terpaksa. Aku perlu menyebrangi keramaian lalulintas utk sampai ke perumahan yang ada di seberang jalan.. Aku mulai menyebrang dengan berlari "tiba-tiba" nguong.. Hampir saja aku terserempet mobil yang melaju kencang akibat pandangan yang agak kabur ..
Meski dengan sedikit kendala akhirnya aku berhasil meminjam handuk, dengan segera memberikannya pada temanku itu..
Setelah itu Kami bergegas melanjutkan perjalanan pulang ..
hujan perlahan surut menyisakan rintik2, ditengah perjalanan dengan kayuhan speda yang santai dia bertanya "teman, apa yang membuatmu nekat meminjamkanku handuk, hingga rela mengorbankan keselamatanmu ? .."
"Karena teman,
Teman mana yang tega membuat temannya berada dalam kesusahan, jika ada yang seperti itu bukan teman namanya .." jelasku ..
"aku beruntung memiliki teman sepertimu" balasnya sambil tersenyum..
"Teman adalah sebuah keberuntungan, disaat ia bisa menolongmu, mengusir rasa malu .. Ketika kau malu melakukan sesuatu sendiri, itulah gunanya teman .. Hehee" jawabku ..
Terkadang kau akan kecewa terhadap temanmu, begitu ia tak selalu dapat memenuhi keinginanmu ..
Tapi fikir lagi lah, dan ukurlah seberapa sanggup ia utk hal itu ..
Jika kau memaksanya mungkin itu merupakan beban berat baginya.
Maka maklumilah sejauh mana kemampuannya, karena hal terpenting dari seorang teman adalah kepeduliannya ..
Teman adalah ia yang rela menghiburmu utk buatmu tertawa.
Jangan sia-siakan teman seperti itu.
Bersyukurlah kau memiliki teman.
Jangan rusak hubungan kita dengan teman.
Karena selain berhubungan baik kepada Tuhan, kita juga diharuskan utk berhubungan baik kepada sesama manusia.
Bukan bahagia yang buat kita bersyukur.
Tapi bersyukur yang buat kita bahagia.
Sekianlah post ane yg bergenre cerpen pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Makna Teman"