Pencarian Sebuah Android
Ini adalah cerpen, tentang kisah nyata ane.
***
16 agustus 2016, Suatu pagi, seperti biasa aku bangun pagi2 bolong"hoah.. Ah, kesiangan kyknya ane nih" kataku sembari mulai tertatih terbangun dari tidur,
perlahan mentari mulai menerangi, jam menunjukan pukul 9 pagi.cuaca pagi ini cukup mendung, desis angin berhembus meniup air sisa hujan semalam, mentari tiada curahkan kehangatannya, ditemani dinginnya pagi ku terduduk didepan pintu memandangi langit tampak merah mencerminkan hatiku yg dilanda gundah..
teringat silam, androidku hilang dijalan. Lama sudah ku tak memegang android kepunyaan, Ku ingin beli android baru tapi dengan apa ? Lantas ku berfikir"tak ada barang apapun yg berharga, selain spedaku" terlintas dalam benakku.
waktu berlalu dan jam menunjukan pukul 1 Siang, kini mentari mulai menyinari.
kenalkan spedaku, dia bernama falcon. Lama sudah ia menemani petualanganku, dan sudah lama ia tak kupakai, ku mendapatkannya secara habis2an seharian. Yaitu pergi pagi pulang sore.
aku sudah berfikir terlalu lama, aku berinisiatif utk menjualnya guna membeli android baru. lantas ku keluarkan falcon dan tanpa basa-basi ku tunggangi ia dan aku pun berangkat menuju bengkel
"wow, lama sudah aku tak berkelana bersamamu falcon. Huh rasanya jiwa petualangku kembali bangkit." gumamku dalam perjalanan.dengan niat ku berangkat, melewati berbagai orang dijalan. "aku merasa aku tak sendiri, apakah ini akan menjadi akhir petualangan kita uh?" bisiku bertanya.
ku goes dengan cepat, mulai lalui jalan menanjak dan menurun.. ku mengambil jalan pintas memasuki komplek dengan jalan berkelok-kelok, lalu ku keluar dari komplek kembali memasuki jalan besar yang menurun.. Hembusan angin bergemuruh ditelinga sementara panas terik menyinari ku yg melaju kencang. Ku menikung memasuki jalanan tebing.. Kulihat dibawah kesana tersusun luas hamparan sawah. "huh hah huh hah" bunyi nafasku mulai merasa lelah.ku sebrangi jembatan dan mulai memasuki kebun bambu yang rimbun.
"hadeeh.. ini pertama kalinya ane lewat mari sendirian, mana gelap lagi. Bismillah" ujar ane dengan sedikit berdebar.
jalanan licin dan menurun spedaku mulai kupat kepot.
ku berusaha menyeimbangkannya sambil melaju..
didepan ada belokan, tiba-tiba! Aku melihat kepala berselimut kain dari belokam
"BUJUK DAH! APAAN TUH?!" dalam hatiku.
ternyata benar, munculah nenek-nenek dari belokan dan berjalan lurus,
nenek itu mengenakan baju tradisional. Dan kutanya dia tidak langsung nyahut, malah malah jalan lurus..
alangkah kagetnya aku seluruh tubuhku sontak berasa tersetrum!
"jah penampakan jin neh, pakeannya tradisonal bner. Apa ane bakal selamat apa yah ? apa malah bakal digarot?" Gumamku, sambil melaju pelan mencengkram rem dgn kuat!
karena takut dan merinding aku sontak bertanya padanya
"Mau kemana mak?... (sambil nyengir takut)"
"eh nak, mau kemana ?" nenek itu balik nanya.
"mau ke bengkel nek hehe.. Aduh licin nih jalannya"
"ouh.."
tak berselang lama ada bapak2 muncul dari belokan sambil manggul cangkul.
"eeeh pak, (sok akrab)" tanyaku, kalo sama bapak ini aku tidak curiga, cause tampilannya standar. Dan semenjak saat itu aku agak lega, akhirnya aku tau kalo nenek tadi itu bukan hantu.
"mau kemana dek?" tanya bapak itu
"anu mau kebengkel pak, jalannya licin neh"
"eh iya, susah atuh kesinimah, mending kesana jauh2 juga enak"
"hehe.. Iya pak, Biar cepet"aku pun berlalu meninggalkan mereka, melalui jalan yang menurun dan bergelombang.. Dan akhirnya keluar dari kebun itu diawali dgn melintasi jembatan.jalan mulai menanjak kumasuki perumahan, menanjak lagi dan belok. Akhirnya sampai juga di bengkel."assalamualaikum ?" dua kali ku beri salam akhirnya ada jawaban dari belakang
"waalaikumsalam, ada apa Dan?" tanya mamang-ku pemilik bengkel
"eh ini mang,"kami pun melanjutkan percakapan, dengan ngos-ngosan aku menjelaskan bahwa aku ingin menjual spedaku utk membeli android,
""gini Dan, ini speda bagus.. Ente bisa aja jual ni speda tapi ente gak bakal kebeli lagi, apalagi yang kyk gini." ujar mamangku.
mengingat ane orang yg sederhana dipikir2 iya juga,
sejak saat itu aku mulai berubah pikiran ,ku ingat2 juga diperjalanan tadi jiwa adventureku benar2 merasa hidup kembali.
dan "falcon" speda ini telah menyuguhkan petualangan yg jauh bersama suka duka didalamnya. Setelah percakapan yg begitu lama akhirnya kuputuskan utk tidak jadi menjual spedaku ini.
aku hanya ikut mempompanya kebetulan bannya kempes karena sudah lama tak dipakai.
"yasudah mang, aku pamit"
"ya."
"yah untuk android baru, mungkin suatu hari.." ujarku diperjalanan pulang.
aku pun melanjutkan pulang lewat jalan besar yang lebih jauh..
-TAMAT-
perlahan mentari mulai menerangi, jam menunjukan pukul 9 pagi.cuaca pagi ini cukup mendung, desis angin berhembus meniup air sisa hujan semalam, mentari tiada curahkan kehangatannya, ditemani dinginnya pagi ku terduduk didepan pintu memandangi langit tampak merah mencerminkan hatiku yg dilanda gundah..
teringat silam, androidku hilang dijalan. Lama sudah ku tak memegang android kepunyaan, Ku ingin beli android baru tapi dengan apa ? Lantas ku berfikir"tak ada barang apapun yg berharga, selain spedaku" terlintas dalam benakku.
waktu berlalu dan jam menunjukan pukul 1 Siang, kini mentari mulai menyinari.
kenalkan spedaku, dia bernama falcon. Lama sudah ia menemani petualanganku, dan sudah lama ia tak kupakai, ku mendapatkannya secara habis2an seharian. Yaitu pergi pagi pulang sore.
aku sudah berfikir terlalu lama, aku berinisiatif utk menjualnya guna membeli android baru. lantas ku keluarkan falcon dan tanpa basa-basi ku tunggangi ia dan aku pun berangkat menuju bengkel
"wow, lama sudah aku tak berkelana bersamamu falcon. Huh rasanya jiwa petualangku kembali bangkit." gumamku dalam perjalanan.dengan niat ku berangkat, melewati berbagai orang dijalan. "aku merasa aku tak sendiri, apakah ini akan menjadi akhir petualangan kita uh?" bisiku bertanya.
ku goes dengan cepat, mulai lalui jalan menanjak dan menurun.. ku mengambil jalan pintas memasuki komplek dengan jalan berkelok-kelok, lalu ku keluar dari komplek kembali memasuki jalan besar yang menurun.. Hembusan angin bergemuruh ditelinga sementara panas terik menyinari ku yg melaju kencang. Ku menikung memasuki jalanan tebing.. Kulihat dibawah kesana tersusun luas hamparan sawah. "huh hah huh hah" bunyi nafasku mulai merasa lelah.ku sebrangi jembatan dan mulai memasuki kebun bambu yang rimbun.
"hadeeh.. ini pertama kalinya ane lewat mari sendirian, mana gelap lagi. Bismillah" ujar ane dengan sedikit berdebar.
jalanan licin dan menurun spedaku mulai kupat kepot.
ku berusaha menyeimbangkannya sambil melaju..
didepan ada belokan, tiba-tiba! Aku melihat kepala berselimut kain dari belokam
"BUJUK DAH! APAAN TUH?!" dalam hatiku.
ternyata benar, munculah nenek-nenek dari belokan dan berjalan lurus,
nenek itu mengenakan baju tradisional. Dan kutanya dia tidak langsung nyahut, malah malah jalan lurus..
alangkah kagetnya aku seluruh tubuhku sontak berasa tersetrum!
"jah penampakan jin neh, pakeannya tradisonal bner. Apa ane bakal selamat apa yah ? apa malah bakal digarot?" Gumamku, sambil melaju pelan mencengkram rem dgn kuat!
karena takut dan merinding aku sontak bertanya padanya
"Mau kemana mak?... (sambil nyengir takut)"
"eh nak, mau kemana ?" nenek itu balik nanya.
"mau ke bengkel nek hehe.. Aduh licin nih jalannya"
"ouh.."
tak berselang lama ada bapak2 muncul dari belokan sambil manggul cangkul.
"eeeh pak, (sok akrab)" tanyaku, kalo sama bapak ini aku tidak curiga, cause tampilannya standar. Dan semenjak saat itu aku agak lega, akhirnya aku tau kalo nenek tadi itu bukan hantu.
"mau kemana dek?" tanya bapak itu
"anu mau kebengkel pak, jalannya licin neh"
"eh iya, susah atuh kesinimah, mending kesana jauh2 juga enak"
"hehe.. Iya pak, Biar cepet"aku pun berlalu meninggalkan mereka, melalui jalan yang menurun dan bergelombang.. Dan akhirnya keluar dari kebun itu diawali dgn melintasi jembatan.jalan mulai menanjak kumasuki perumahan, menanjak lagi dan belok. Akhirnya sampai juga di bengkel."assalamualaikum ?" dua kali ku beri salam akhirnya ada jawaban dari belakang
"waalaikumsalam, ada apa Dan?" tanya mamang-ku pemilik bengkel
"eh ini mang,"kami pun melanjutkan percakapan, dengan ngos-ngosan aku menjelaskan bahwa aku ingin menjual spedaku utk membeli android,
""gini Dan, ini speda bagus.. Ente bisa aja jual ni speda tapi ente gak bakal kebeli lagi, apalagi yang kyk gini." ujar mamangku.
mengingat ane orang yg sederhana dipikir2 iya juga,
sejak saat itu aku mulai berubah pikiran ,ku ingat2 juga diperjalanan tadi jiwa adventureku benar2 merasa hidup kembali.
dan "falcon" speda ini telah menyuguhkan petualangan yg jauh bersama suka duka didalamnya. Setelah percakapan yg begitu lama akhirnya kuputuskan utk tidak jadi menjual spedaku ini.
aku hanya ikut mempompanya kebetulan bannya kempes karena sudah lama tak dipakai.
"yasudah mang, aku pamit"
"ya."
"yah untuk android baru, mungkin suatu hari.." ujarku diperjalanan pulang.
aku pun melanjutkan pulang lewat jalan besar yang lebih jauh..
-TAMAT-
Posting Komentar untuk "Pencarian Sebuah Android"
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan baik dan bijak.
Ingat kata-kata anda mencerminkan isi hati anda.