Widget HTML #1

Satu Teknik

Yah .. Terkadang aku merasa lelah atas semua problema kehidupan yang datang, tapi bagaimana lagi,, inilah hidup.
Aku adalah orang yang dingin, tak memperdulikan apa yang orang lain nilai terhadapku..
Sekalipun saat ini aku tengah menatap sunset disisi pantai selatan .. Meskipun tak jauh dipinggirku terpasang garis polisi, dan polisi dan para penyidik sedang menyelidiki kasus perampokan yang terjadi disana, aku tak peduli, meski yang lain sibuk mengililinginya, yah.. dengan gosip.

Terdengar debur ombak dibawah langit merah mengiringi terbenamnya mentari sore ke ufuk barat..
Aku menikmati suasana pantai sore ini, bersandar disebuah kursi ditemani hp android dan koneksi internet yang aktif.. Rasanya, tak ada tandingannya yeah.
Dan juga ..

"Hoy Coeg" Elba mengagetkanku..
Ia menepuk bahuku. Sontak aku terkaget, HP-ku terlempar keatas dan aku berusaha menangkapnya kembali.
"Fak, Elba kirain setan.. Hampir saja hpku terjatuh" kataku,
"Haha kalo jatuh juga kan kena pasir gpp, eh ngapain aja lu disini ?" kata Elba sambil nyengir.
"Entahlah, ah .. tumben ente datengin ane  ?"

Elba adalah temanku yang aneh, aneh dia selalu riang dan berkata ceplas-ceplos, dia selalu mencari kesenangan yang berhubungan dengan hobinya yaitu bola. Aku rasa itu sangat melelahkan dan membosankan..
Yah berbeda dengan ku yang lebih sering menyendiri dan senang berbicara tentang teknologi khususnya online.
Tapi sebagai temanku. terkadang aku perlu secara perlahan menjelaskan kemajuan teknologi padanya, agar ia tidak terlalu kudet.

"Dan, BBM itu apa ya ?" tanya Elba.
Aku cukup senang ia bertanya teknologi padaku.. Dan aku akan menjelaskannya secara malas..
"Yah.. BBM itu merupakan aplikasi komunikasi online semacam sosial media yg berasal dari kanada, namun kebanyakan fiturnya dikhususkan utk keperluan chat, seperti private chat, group chat dll dengan tambahan fitur update status atau dp yang tanpa meninggalkan riwayat. Xah ..
Btw PIN adalah satu kode yang penting utk mencari dan menemukan seseorang di BBM" tuturku menjelaskan dengan gamblang ..
"bi ..." belum sempat Elba melanjutkan pembicaraannya aku sudah memotongnya.
"aku tahu aku akan membuatkanmu akun bbm, kau hanya tinggal menggunakannya. Mana hp mu ?"
"Nih" Elba menyodorkan HP nya.
Tidak sampai 2 menit aku sudah menyelesaikannya.
"Nih, jika kau disuruh login ulang tanyakan saja nanti padaku..
Atau ping saja aku, aku sudah menginvitemu.
" kataku.
"Ok ayu Dan.." kata Elba sambil pergi ..
"Yo" jawabku malas.

Terkadang dia tak tau terimakasih..
Aku pun beranjak pulang dengan kelelahan akibat ulahnya, kurasa aku sudah terbiasa..
***
Keesokan harinya ..
"Ah sial, kuota habis .." gumamku.
Berjam-jam aku semakin tak kuasa tanpa kuota, aku mencoba mengecoh dengan main game dll. Tapi serasa hampa jika tanpa .. Online.

Hingga aku memutuskan utk pergi menuju kota Al Perug, ke tempat saudaraku yg bernama Amin, aku akan main kesana..
mengajak teman dari sini?, kurasa tidak.. Aku dapat merasakan seleranya, yang mungkin sulit berubah setelah pernah berubah..

Aku mengeluarkan BMX-ku dari garasi, dan bergegas berangkat..
Aku bersiap mengenakan perlengkapan Sport, mulai dari knee pad hingga helm..
Tapi tiba2..
Suasana menjadi gelap,
Nafasku berasa sumpek ..
Apa yang terjadi padaku ?
Apakah ajal telah dekat ?
Apakah dosaku terhadap Elba kemarin ?
Tapi dosa apa ?.. Yang mana ?..
Aku membaca doa2 dan surat2 pendek seadanya ..
Setelah cukup lama akhirnya tuhan memberikan petunjuk, dan aku menyadari,
Ternyata helm yang kupakai terbalik..
Aku segera membaliknya, dan tancap gas, mengayuh sepedaku dengan kecepatan penuh..

"Wohhhoooh" pekiku yang melesat menunggang kuda besi kurus berkecepatan penuh dijalanan yang menurun..
Bajuku berkibar tertiup angin, mentari siang seolah menyapaku, yah..

Karena aku memutuskan utk mengambil jalan pintas. Banyak track yang aku lalui dalam perjalanan menuju al perug.
Mulai dari pekuburan dengan sepintas semerbak bau kembang melati, tapi aku tidak peduli.
Melalui hutan bambu dengan track yang sulit hingga beberapa kali pedal BMX ku tersangkut di akar..
Diakhiri dengan melalui persawahan yang luas menyapa lelahku.

Hingga aku sampai di Al perug, dengan nafas terengah-engah rasanya aku tak sanggup berkata-kata.. Bahkan utk memanggil Amin karena aku telah berada di teras depan rumahnya.

Aku melepas helm dan berbaring diteras itu. dengan berat aku berusaha mengucapkan "aaaamiiiin"
karena saking lelahnya aku hingga jawaban yang kudengar terasa samar2.

Aku hanya menatap langit2 dengan raut letih dan nafas yang terengah-engah..
Hingga

"Sendiri kesini ?" ucapan itu membuatku menoleh, ternyata itu Amin, sambil tersenyum ia keluar dari pintu rumahnya.
"yah pastinya, " jawabku yang masih rebahan sambil kelelahan..

Amin merupakan orang yang berkepribadian hampir mirip denganku, pengetahuan dan wawasannya dibidang online & teknologi membuatku tak kehabisan bahasan utk berbicara dan bercanda tentang hal yg kami sukai ini.

***
Setelah beberapa lama akupun dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu rumah amin.

"Biar kutebak, lu pasti kehabisan kuota" gurau amin
"Haha Tau aje ente.., yaudah hotspot2 buruan" kataku tertawa.
"Tunggu Dan, masalahnya ane juga lagi bokek kuota" kata amin dengan raut serius, merubah suasana yang happy menjadi sepi.
"Jahh.. Ane udah girang, kok bisa bro? Ente kan penjual kuota" tanyaku heran.
"Tidak bisa bro?" kata amin.
"Kenapa?" tanyaku.
Amin mengambil remot lalu menyalakan tv.
*Berita TV:* "kemarin, telah terjadi kasus perampokan yang menewaskan seorang penghantar pos, sementara barang2 yang akan dihantarkannya telah raib digasab rampok,
perampokan ini terjadi di daerah pantai selatan kota cangogo.
Hingga saat ini polisi tengah berusaha menyelidiki terduga perampok.."

"Apah ? Pantai selatan .. ? Kota cangogo ? Perampokan ? Tepat pinggir ane tuh kmaren" gumaku sedikit terkejut.

Terkadang ketidak pedulianku membuatku tidak terikat kepada sesuatu, tanpa kuasadari ..
Bahwa harga seseorang adalah begitu bernilai dimata orang yang terikat dengannya.
Aku bukanlah orang yang peduli nilai, tapi tak ada salahnya aku mendengar cerita mereka, agar aku bisa menilai baik buruknya..

"Ente tahu apa penyebabnya ?" tanya Amin menoleh padaku.
"Ah ? Perampokan ?" kataku pura2 tidak tahu..
"Yah, tukang pos itu..  Yang Akan menghantar gaji ane bulan ini sebesar $3456.22, tapi nahas dia tewas saat peristiwa perampokan itu terjadi.." ujar amin

"Jangan khawatir amin, sangat tidak baik ente bersedih karena kehilangan hanya sebuah uang.. Ente tahu apa yang lebih berharga dari uang ?" tanyaku sambil menenangkan amin.
"Apa itu ?" tanya Aamiin.
"Kuota" jawabku lantang.. Kamipun meledak dalam tawa..

***
Malam pun tiba, malam itu aku menginap dirumah amin.
Kami berdua rebahan ditempat tidur sambil menatap langit2.

"Hah bosen ya Dan, kalo gk ada kuota ?" tanya amin
"Jah tentu min, mangkanya ane kemari..
Klo gk ada kuota plus sendirian lama2 kan bisa kelar idup ane min." jawabku sambil bercanda.
"Ha" jawab amin dengan lemas,
Tampaknya amin sudah mengantuk ..

Kita tidak bisa membuktikan pada dunia, bukan ketenaran, bukan nama.
hidup kita sebenarnya sederhana ..
hanya memenuhi hobi, cukup dikenal dikalangan kawan2 kita yang sealiran, seperjuangan..
Dan mimpi yang tertanam, bertemu mereka di dunia nyata, bernostalgia dan bercanda bersama..

***
Keesokan harinya,
"Iyah maaf tapi kami sedang tutup, kami akan kembali beroperasi bulan depan, dan anda akan mendapatkan pemberitahuan via email ketika sistem kami mulai bekerja, terimakasih." *tuut*
Amin menutup telepon.

Banyak pelanggannya yang menghubunginya dan komplain karena situs jual kuota yang ia miliki berhenti beroperasi akibat tidak adanya modal pemasukan.
Terkadang, Amin bisa beringas seperti singa ketika ia kehilangan kesabaran..

"perampok kamvret!" teriak amin.
Lantas ia bolak balik, dengan membabi buta ia menggasak toples2 gula hingga berjatuhan kelantai.
"Jah sabar min.. " aku berusaha menenangkannya.
"Sabar itu ada batasnya Dan" bentak amin..
"Oh"
"Persiapkan dirimu Dan! Kita akan menghabisi perampok sialan itu .." tegas amin.
"Gimana caranya ?" tanyaku.
"Ane dapet informasi SMS dari perusahaan bisnis ane bahwa perampok itu akan beraksi di kota Camania sore ini." jelas Amin.
"Dari mana mereka tahu?" tanyaku.
"Dari kotak dollar yang dipasangi sadap,  ternyata perusahaan bisnis ane memiliki tingkat proteksi yang begitu tinggi hingga memasang keamanan utk antisipasi kejahatan,
Sadap itu menangkap aktifitas suara dan berhasil mengirimkan rekamannya ke pusat perusahaan. Dan semua karyawan yang kehilangan gaji akan stand by disana bersedia utk menghakimi perampok tsb.
" jelas Amin.
"Lantas bijimane ente amuk2an kayak kerasukan setan tadi, kalo sebelumnya ente dah tau tu perampok udah kesadap & bakal ketangkep ?" tanyaku.
"Ya.. Biar seru aja Dan, kasian si TS masi newbie kebingungan bikin cerpen." gurau amin.
"Vangke, bikin panik aja lu" kataku.
*TS*: "kampret lo min"
"Udahlah! Tidak ada waktu.. ayo kita berangkat ke kota Camania sekarang!" ajak Amin.
"Ayo" kataku.

Kami bergegas berangkat menuju kota Camania menggunakan motor harley milik amin.
Tak lupa Amin membawa pemukul Baseball yang ia selendangkan dipunggungnya utk menghajar perampok itu.
Dan aku menyelendangkan wadah badminton dipunggungku yang sebenarnya itu berisi pemukul kasur.

Kami berangkat dengan kecepatan penuh menyusuri hamparan aspal hitam yang amat panjang..
Dan simpang siur kendaraan laim yang beberapa diantaranya kami salip utk mempersingkat waktu.

Sampailah kami di Camania City.
Aku bersama amin bergegas menuju sebuah lapangan sepi.. Disana ditengah lapangan terlihat telah tersedia umpan yaitu merupakan tukang penghantar Pos samaran utk mengelabuhi perampok.

Dengan intruksi tersembunyi ditelinganya, Tukang Pos itu berjalan di tengah lapangan seolah2 sedang menyebrangi lapangan..
Sementara aku, Amin dan para karyawan lain disini mengendap di balik semak2 bersiap menyergap para perampok yang datang..
Tidak lama munculah segerombolan perampok dari balik gedung berlari ketengah lapangan..
Perampok2 itu berjumlah cukup banyak ada sekitar 19 orang. Dengan jaket kulit dan pakaian serba hitam, dan wajah mereka tertutup topeng ala perampok.

Lantas tukang pos itu berlari menuju arah kami yang sedang mengumpat dibalik semak2..
Tak lama terdengar suara "gerusukan" dengan terjingkat-jingkat tukang pos itu telah lari kebelakang kami..

"SERAAANG!!" teriak salah satu karyawan membuat kami semua yang berjumlah sekitar 30 orang keluar dari semak2 lalu berlari mendekati para perampok.
Para perampok itu terkaget, tapi karena jumlah mereka cukup banyak tak ada pilihan lain selain mereka juga melawan kelompok kami..
Mereka juga tak takut Karena mereka terkenal akan kesadisannya dalam membunuh korban2nya.

Bersama deretan para karyawan yang berlarian, Amin berlari kencang mendahuluiku sambil mengacungkan pemukul baseballnya, sesampainya didepan ia mengayun2kannya kearah para perampok itu..
Karyawan2 itu membawa senjata2 hebat seperti garpu2 petani, samurai, balok kayu, cangkul dll.
Sedang aku membawa pemukul kasur yang sedang dijemur, kuambil dari genteng rumahnya nenek Amin.

"Sialan si Amin, Ane yang butuh kuota kok malah diajak perang begini.." gumamku yang terengah-engah sambil tetap berlari mengacungkan pemukul kasur yang kupegang erat2..

Kami terlibat baku hantam melawan para perampok,
Sesampainya ditengah kerumunan baku hantam, Aku mengayunkan pemukul kasurku kepada salah satu perampok, namun sial kepala dari pemukul kasurku tertebas pedang perampok itu, hingga yang kupegang hanya gagangnya yang ujungnya runcing bekas tebasan.. Ku colok2kan saja gagang itu dalam pertempuran yang berlangsung..
Kepala pemukul kasur itu terpental mengenai salah satu perampok lainnya,
"Vangkeeh Bau pesing" ujar perampok yang terkena patahan pemukul kasur itu, hingga akhirnya ia terhempas oleh pukulan keras dari pemukul basseball nya Amin.
Satu persatu perampok berguguran..
Tak lama terdengar sirine polisi yang mendekat, puluhan decit rem berbarengan dengan ban menggasak rerumputan lapangan..
Polisi datang dan menangkap para perampok yang sudah pada tersungkur di arena pertarungan..

Salah satu komandan polisi itu mendekati para karyawan dan berkata.
"Kerja bagus, perampok tukang pos adalah sindikat yang berbahaya..
siapa disini yang paling lihai menumpas para perampok ?" tanya polisi itu

Semua karyawan menunjuk Amin,
Terdengar riuh percakapan diantara para karyawan itu.
"Yah dia banyak melindungiku dari serangan para perampok" ujar salah satu karyawan
"Terimakasih Amin." ujar karyawan lainnya.

Polisi itu mendekati amin dan menempatkan tangannya di atas bahu amin.
"Baiklah amin, terimakasih telah membantu kepolisian dalam menumpas para perampok berbahaya ini, sebagai penghargaan atas kerja kerasmu, kami menghadiahkan $1 juta utkmu, dan utk teman2 yang lain masing2 mendapatkan $700, terimakasih atas kerjasamanya.." ujar polisi itu.
Semua karyawan pun bersorak gembira termasuk aku yang bukan karyawan tapi dapat bagian $700, hehe lumayan buat beli kuota..

"Anjay satu juta dollar, jual kuota gak jadi tutup, kaya mendadak ente min.." candaku kepada amin
"Alhamdulillah, Jika ente sudah bertindak, ente hanya perlu melihat hasil. antara kecewa atau bangga,," jawab amin mengeluarkan kata2 bijaknya..
Hari kian gelap, Kamipun bergegas pulang kerumah Amin, dan besoknya aku pulang kerumahku.

Yah Terkadang.. Petualangan kita kan lebih berharga dibanding hobi mereka yang sempit bersama teknik yang itu2 saja..
Yang dikejar sudah pasti nama, dan sorak penonton.
luasnya wawasan kita jauh lebih luas menjangkau dan menyapa..
Dan yang membuatku tak bosan berbicara, adalah karena kita "Satu Teknik" dalam hal ini, dalam hobi kita.

~ Satu Teknik by: Dadan Ramdani

Posting Komentar untuk "Satu Teknik"