PERANG SAIBER (CYBER WAR), PART 1
Perlahan mengajariku cara bertindak, roda kehidupan yang membawaku berputar.
Ranah maya ditengah kecamuk perang.
Yandex, Yahoo, Bing dan negara2 besar lainnya tengah berada dalam medan pertempuran.
Mywapblog, hosting timur, negara Google. tanah kelahiranku tepat dimana aku yang masih terbaring lemas saat ini.
aku berada dalam tenda peristirahatan dimana aku dan pasukan kesatuan dari negaraku beristirahat.
dering alarm berbunyi, memaksa seisi tenda utk terbangun dari mimpinya, termasuk aku. Tak lama terdengar gema pengumuman yang berasal dari Toa "bersiaplah! pasukan kesatuan republik google, kita akan segera menginvasi negara baidu melalui jalur weibo barat"
aku keluar dari tenda dan ternyata mentari sudah pancarkan kehangatannya, terlihat suasana para prajurit baris-berbaris yang bersiap akan menginvasi negara Baidu, invasi ini bukanlah tanpa sebab.
Dulu, Baidu merupakan salah satu negara sekutu dari negaraku google, konflik terjadi begitu Perang Saiber meletus, 2 hari lalu wordpress utara bagian dari negaraku, yang merupakan pusat produksi mesin2 mutakhir negaraku mendadak dibombardir dan diduduki oleh prajurit dari negara tetangga yang tak lain adalah negara sekutu baidu, bukan tanpa alasan, baidu melancarkan itu akibat kecemasannya akan penyerangan yang lebih dulu dilakukan negaraku. baidu kira tindakannya itu akan melumpuhkan pusat kekuatan google. Bak membangunkan raksasa dari tidurnya, Google menyatakan perang terhadap Baidu yang sekaligus melibatkan 2 negara itu dalam PERANG SAIBER, satu hari kemudian google mengirim ribuan angkatan bersenjata dari tiga kota: Mywapblog, Wordpress selatan, dan Ibukota Blogspot ke Mywapblog utara utk diberangkatkan dalam misi pembebasan wordpress utara. hari ini, tepat dua hari setelah penyerangan dan pendudukan baidu terhadap wordpress utara. pasukan negara google segera bersiap utk berangkat dalam perang, dan aku ikut ambil bagian dalam misi ini.
ternyata itu Noer K. Amienollah, rekan seperjuanganku dari kota Blogspot.
"Noer ?!"
"ya, kau siap ?"
"sebisa mungkin" jawabku datar.
dari jauh terdengar lantang perintah Jendral Dwijaputra dengan Toa ditangannya. "SEMUANYA BERBARIS!"
sesegera mungkin seluruh pasukan yang ada menuju lapangan dan merapikan barisan, termasuk aku bersama Noer.
seluruh pasukan tengah berbaris tampak rapi dengan seragam perangnya, mentari mulai naik, sementara komandan masih memberi arahan terhadap ribuan pasukan yang tengah berbaris.
"pasukan, Berangkat!" perintah terakhir dari jendral Dwija, membuat seluruh pasukan bergegas menuju weibo barat, yang berbatasan langsung dengan mywapblog hosting timur.
aku berada ditengah barisan pasukan laras panjang, bak gemuruh badai hentakan kaki ribuan pasukan Google menginjakkan kaki di perbatasan Baidu, pasukan lanjut memasuki wilayah Weibo Barat yang merupakan pedesaan, bergerak beberapa puluh meter kedatangan pasukan google disambut hangat pasukan Baidu.
terdengar Sirine perang melolong tanda pertempuran dimulai!
pasukan mulai berlarian menggerayapi medan, aku melihat Noer bersama beberapa pasukan didepan meletus-letuskan senjatanya sambil berlari agak membungkuk, aku menyusul bersama sebagian pasukan berlari membuntuti sambil sesekali melompati genangan becek. Riuh baku tembak membisingi medan perang, dan rumah2 pedesaan terbakar oleh ledakan!
aku memilih bersembunyi dibalik salah satu pohon, sesekali ku letus-letuskan tembakanku kearah musuh, aku mulai membidik tentara baidu yang menembak-nembakan basoka dari atas genteng rumah tua itu, tiba-tiba "AWAS BRO!" tubuhku terhempas jauh bersama dengan tubuh orang yang mendorongku! "uhuk" Aku bersamanya mendarat dan berguling-guling, tak lama terlihat pohon tempatku mengumpat meledak oleh geranat,
dengan posisi terbaring "kau baik baik saja Bro?!" tanya pria itu dengan terengah-engah,
"yah aku baik, terimakasih siapa kau?"
"aku Anthoe Fara, prajurit dari mywapblog, hosting barat."
"yehah, aku Dadanan Manifest dari mywapblog, hosting timur"
"baiklah Dan, lain kali kau perlu lebih fokus berhati-hati."
Fara berdiri dan menjulurkan tangannya, "terimakasih".
*bersambung* Baca kelanjutan ceritanya (part 2) di: PERANG SAIBER (CYBER WAR), PART 2
Ranah maya ditengah kecamuk perang.
Yandex, Yahoo, Bing dan negara2 besar lainnya tengah berada dalam medan pertempuran.
Mywapblog, hosting timur, negara Google. tanah kelahiranku tepat dimana aku yang masih terbaring lemas saat ini.
aku berada dalam tenda peristirahatan dimana aku dan pasukan kesatuan dari negaraku beristirahat.
dering alarm berbunyi, memaksa seisi tenda utk terbangun dari mimpinya, termasuk aku. Tak lama terdengar gema pengumuman yang berasal dari Toa "bersiaplah! pasukan kesatuan republik google, kita akan segera menginvasi negara baidu melalui jalur weibo barat"
aku keluar dari tenda dan ternyata mentari sudah pancarkan kehangatannya, terlihat suasana para prajurit baris-berbaris yang bersiap akan menginvasi negara Baidu, invasi ini bukanlah tanpa sebab.
Dulu, Baidu merupakan salah satu negara sekutu dari negaraku google, konflik terjadi begitu Perang Saiber meletus, 2 hari lalu wordpress utara bagian dari negaraku, yang merupakan pusat produksi mesin2 mutakhir negaraku mendadak dibombardir dan diduduki oleh prajurit dari negara tetangga yang tak lain adalah negara sekutu baidu, bukan tanpa alasan, baidu melancarkan itu akibat kecemasannya akan penyerangan yang lebih dulu dilakukan negaraku. baidu kira tindakannya itu akan melumpuhkan pusat kekuatan google. Bak membangunkan raksasa dari tidurnya, Google menyatakan perang terhadap Baidu yang sekaligus melibatkan 2 negara itu dalam PERANG SAIBER, satu hari kemudian google mengirim ribuan angkatan bersenjata dari tiga kota: Mywapblog, Wordpress selatan, dan Ibukota Blogspot ke Mywapblog utara utk diberangkatkan dalam misi pembebasan wordpress utara. hari ini, tepat dua hari setelah penyerangan dan pendudukan baidu terhadap wordpress utara. pasukan negara google segera bersiap utk berangkat dalam perang, dan aku ikut ambil bagian dalam misi ini.
PERANG SAIBER
"dezz" tinju mendarat di lenganku, sontak menyadarkanku dari lamunan "sedang apa Dan?!"ternyata itu Noer K. Amienollah, rekan seperjuanganku dari kota Blogspot.
"Noer ?!"
"ya, kau siap ?"
"sebisa mungkin" jawabku datar.
dari jauh terdengar lantang perintah Jendral Dwijaputra dengan Toa ditangannya. "SEMUANYA BERBARIS!"
sesegera mungkin seluruh pasukan yang ada menuju lapangan dan merapikan barisan, termasuk aku bersama Noer.
seluruh pasukan tengah berbaris tampak rapi dengan seragam perangnya, mentari mulai naik, sementara komandan masih memberi arahan terhadap ribuan pasukan yang tengah berbaris.
"pasukan, Berangkat!" perintah terakhir dari jendral Dwija, membuat seluruh pasukan bergegas menuju weibo barat, yang berbatasan langsung dengan mywapblog hosting timur.
aku berada ditengah barisan pasukan laras panjang, bak gemuruh badai hentakan kaki ribuan pasukan Google menginjakkan kaki di perbatasan Baidu, pasukan lanjut memasuki wilayah Weibo Barat yang merupakan pedesaan, bergerak beberapa puluh meter kedatangan pasukan google disambut hangat pasukan Baidu.
terdengar Sirine perang melolong tanda pertempuran dimulai!
pasukan mulai berlarian menggerayapi medan, aku melihat Noer bersama beberapa pasukan didepan meletus-letuskan senjatanya sambil berlari agak membungkuk, aku menyusul bersama sebagian pasukan berlari membuntuti sambil sesekali melompati genangan becek. Riuh baku tembak membisingi medan perang, dan rumah2 pedesaan terbakar oleh ledakan!
aku memilih bersembunyi dibalik salah satu pohon, sesekali ku letus-letuskan tembakanku kearah musuh, aku mulai membidik tentara baidu yang menembak-nembakan basoka dari atas genteng rumah tua itu, tiba-tiba "AWAS BRO!" tubuhku terhempas jauh bersama dengan tubuh orang yang mendorongku! "uhuk" Aku bersamanya mendarat dan berguling-guling, tak lama terlihat pohon tempatku mengumpat meledak oleh geranat,
dengan posisi terbaring "kau baik baik saja Bro?!" tanya pria itu dengan terengah-engah,
"yah aku baik, terimakasih siapa kau?"
"aku Anthoe Fara, prajurit dari mywapblog, hosting barat."
"yehah, aku Dadanan Manifest dari mywapblog, hosting timur"
"baiklah Dan, lain kali kau perlu lebih fokus berhati-hati."
Fara berdiri dan menjulurkan tangannya, "terimakasih".
Posting Komentar untuk "PERANG SAIBER (CYBER WAR), PART 1"
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan baik dan bijak.
Ingat kata-kata anda mencerminkan isi hati anda.